Desa Paccekke

Wisata Desa Paccekke

Temukan destinasi wisata menarik di Desa Paccekke.

hutan KHDTK UNISMUH MAKASSAR

hutan KHDTK UNISMUH MAKASSAR

📍 Lokasi: Jalan Poros Paccekke - Dusun Kading

Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Unismuh Makassar terletak di Desa Paccekke, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, seluas 229,18 hektar, ketinggian 400–800 mdpl, beriklim tropis lembap, dan telah ditetapkan secara resmi sejak 2023 . Kawasan ini memiliki potensi wisata alam, edukasi, kesehatan, dan budaya yang sangat besar, dikembangkan berbasis konservasi dan pemberdayaan masyarakat.

🌿 Potensi Utama & Daya Tarik

1. Wisata Alam & Pemandangan
Hutan masih alami dengan keanekaragaman hayati tinggi: pohon kayu keras, tanaman obat, buah-buahan hutan, serta satwa liar burung, mamalia kecil, serangga unik. Terdapat aliran sungai kecil, embung alami, dan pemandangan bukit beralun. Udara sangat bersih, oksigen tinggi, suhu sejuk 22–26°C, bebas polusi. Sangat cocok untuk trekking, jalan-jalan santai, berkemah, dan berburu foto alam.


2. Wisata Kesehatan: Konsep Shinrin-Yoku / Mandi Hutan
Potensi unggulan terbesar: terapi alam populer dari Jepang. Berjalan dan beraktivitas di dalam hutan terbukti menurunkan stres, menenangkan pikiran, meningkatkan daya tahan tubuh, dan memperbaiki kualitas tidur. Kawasan ini direncanakan menjadi pusat wisata kesehatan alam pertama di Barru, dikembangkan bersama Pemkab Barru.

3. Wisata Edukasi & Penelitian
Berstatus hutan pendidikan milik Unismuh Makassar, lengkap dengan jalur belajar, petak pemantauan hutan, papan informasi jenis tanaman, dan fasilitas laboratorium lapangan. Sangat cocok untuk kunjungan sekolah, mahasiswa, peneliti, dan siapa saja yang ingin belajar kehutanan, ekologi, konservasi air, dan keanekaragaman hayati. Menjadi ruang belajar langsung dari alam .

4. Wisata Agro & Hasil Hutan Bukan Kayu
Ada lahan percontohan tanaman kopi, cengkeh, tanaman obat, dan buah-buahan khas Sulsel. Pengunjung bisa belajar budidaya, memetik buah, hingga membeli produk olahan lokal: kopi, madu, minyak atsiri, kerajinan dari bahan alam. Melibatkan kelompok tani hutan warga setempat.


5. Wisata Budaya & Adat Lokal
Desa Paccekke memiliki kearifan lokal pengelolaan hutan warisan leluhur suku Bugis-Makassar. Dapat dikemas wisata budaya: cerita rakyat, cara masyarakat menjaga hutan, kuliner khas desa, dan kerajinan tangan. Menguatkan nilai identitas daerah.

✅ Keunggulan & Nilai Tambah

- Lokasi strategis: Sekitar 45–60 menit dari Kota Makassar, akses jalan cukup baik, dekat jalur poros Sulsel.

- Pengelolaan teratur: Dikelola langsung oleh Unismuh Makassar, terjamin kelestarian dan keamanan lingkungan.

- Berbasis masyarakat: Warga desa terlibat sebagai pengelola, pemandu, penyedia makanan, sehingga manfaat ekonomi langsung dirasakan warga.

- Ramah lingkungan: Konsep wisata berkelanjutan, tidak merusak alam, tanpa pembangunan besar-besaran.

📌 Rencana Pengembangan Ke Depan

Akan dibangun jalur trekking bertanda, titik istirahat, papan informasi, pusat informasi wisata, area kemah, dan jalur khusus terapi hutan. Menjadi destinasi unggulan Kabupaten Barru yang menggabungkan rekreasi, kesehatan, pendidikan, dan pelestarian alam.

Sungai Batu Sitongkoe

Sungai Batu Sitongkoe

📍 Lokasi: Lihat Lokasi

Batu Sitongkoe adalah salah satu potensi alam yang dimiliki Desa Paccekke. Lokasinya berada di aliran sungai desa yang jernih dan masih alami. Batu besar ini menjadi ciri khas karena bentuknya yang unik serta menjadi tempat warga berkumpul untuk beristirahat, mandi, maupun bermain air.
Selain menjadi bagian dari keindahan alam desa, Batu Sitongkoe juga memiliki nilai sejarah dan cerita lokal yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat. Tempat ini diyakini sebagai titik pertemuan dan persinggahan warga di masa lalu. Kini, Batu Sitongkoe berpotensi dikembangkan sebagai objek wisata desa, baik untuk rekreasi keluarga, wisata alam, maupun sebagai spot edukasi lingkungan.

Monumen Paccekke

Monumen Paccekke

📍 Lokasi: Lihat Lokasi

Monumen Paccekke di Desa Paccekke, Barru merupakan situs bersejarah tempat lahirnya Divisi Hasanuddin melalui Konferensi Paccekke tahun 1947 yang menjadi cikal bakal Kodam XIV/Hasanuddin. Monumen ini dibangun sebagai penghormatan bagi pejuang kemerdekaan sekaligus menjadi ikon desa. Letaknya yang berdampingan dengan Embung Wisata Paccekke membuatnya tidak hanya bernilai sejarah, tetapi juga menawarkan panorama alam dan menjadi lokasi berbagai kegiatan budaya serta wisata edukasi.

Embung Wisata Paccekke

Embung Wisata Paccekke

📍 Lokasi: Lihat Lokasi

Embung Wisata Desa Paccekke di Barru, Sulawesi Selatan awalnya dibangun tahun 2018 sebagai sarana irigasi untuk meningkatkan hasil pertanian, namun kemudian berkembang menjadi destinasi wisata alam. Embung ini menawarkan air jernih, panorama pegunungan, gazebo, dan area rekreasi yang dikelola masyarakat setempat. Lokasinya juga dekat Monumen Paccekke, situs sejarah lahirnya TNI di Sulawesi, sehingga menambah nilai edukasi. Berkat pengelolaan inovatif, embung ini meraih penghargaan Inovasi Desa Tingkat Nasional 2019. Meski fasilitas masih terbatas, embung Paccekke telah menjadi simbol keberhasilan desa memadukan pertanian, wisata, dan sejarah dalam satu kawasan.